Bungin adalah salah satu ikon wisata budaya dan bahari yang membanggakan Kabupaten Sumbawa. Terletak di Kecamatan Alas, pulau unik ini dapat dijangkau sekitar 1,5 jam perjalanan dari Sumbawa Besar. Dijuluki sebagai pulau terpadat di dunia, Bungin bukan sekadar destinasi wisata, melainkan saksi hidup sejarah dan budaya Sumbawa. Di sinilah tersimpan bendera pusaka Lipan Api, panji Perang Kesultanan Sumbawa yang sarat nilai historis.


Begitu menginjakkan kaki di Pulau Bungin, pengunjung akan langsung merasakan kehangatan warganya. Sikap ramah, terbuka, dan egaliter kepada siapa pun telah menjadi adat turun-temurun masyarakatnya. Tak hanya itu, kekayaan laut Bungin juga tercermin dalam ragam kuliner seafood segar yang menggugah selera, sebuah surga bagi para pecinta wisata kuliner bahari.

Pulau ini juga menyimpan keunikan yang tak biasa. Kambing-kambing di Bungin dikenal memiliki kebiasaan ekstrem, yaitu memakan kertas, sebuah fenomena langka yang kerap mengundang rasa penasaran wisatawan. Lebih dari itu, Pulau Bungin memiliki kisah budaya yang mengagumkan: seluruh permukiman di pulau ini disusun dari bebatuan karang oleh Suku Bajo. Bahkan, terdapat tradisi unik yang masih dijaga hingga kini, di mana calon pengantin pria wajib menyiapkan bakal rumah dari batu karang sebagai syarat melamar dan menikah.
Pulau Bungin bukan hanya destinasi untuk dikunjungi, tetapi pengalaman budaya yang layak dikenang. Datang dan rasakan sendiri pesona autentik Kabupaten Sumbawa dari sebuah pulau kecil yang menyimpan cerita besar.