Setiap hari Minggu, denyut adrenalin dan semangat budaya berpadu di Kabupaten Sumbawa melalui pacuan kuda tradisional, sebuah tontonan ikonik yang begitu dicintai masyarakat lokal. Arena pacuan kuda Penyaring dan Moyo Hilir menjadi pusat keramaian, hanya sekitar 30–45 menit perjalanan dari bandara, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau wisatawan.







Keunikan pacuan kuda Sumbawa terletak pada jokinya, anak-anak di bawah usia 10 tahun (Joki Cilik). Tradisi ini bukan tanpa alasan. Bobot joki yang ringan membuat kuda mampu berlari lebih cepat dan lincah, menciptakan balapan yang menegangkan sekaligus memukau. Pemandangan ini bukan sekadar lomba, melainkan warisan budaya yang dijaga turun-temurun.
Sejarah pun mencatat nama Sumbawa sebagai salah satu penghasil kuda pacuan terbaik di Indonesia, disegani hingga tingkat nasional. Menyaksikan pacuan kuda Sumbawa bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang merasakan denyut sejarah, tradisi, dan kebanggaan masyarakatnya, sebuah pengalaman autentik yang layak masuk dalam agenda perjalanan Anda ke Sumbawa.