Di balik hamparan sawah hijau Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, tersimpan sebuah tradisi luhur yang terus berdenyut hingga kini: Nesek, seni menenun kain khas Sumbawa. Di Dusun Semeri, aktivitas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan budaya yang hidup di tangan-tangan terampil para perempuan Sumbawa.


Nesek, yang berarti menenun dilakukan pada sela waktu setelah padi ditanam dan sebelum musim panen tiba. Saat alam beristirahat, para perempuan menghidupkan hari-hari mereka dengan menganyam benang demi benang, menciptakan kain tenun atau kre alang yang sarat makna.
Setiap motif yang terlukis pada kain adalah hasil imajinasi, kearifan lokal, dan cerita kehidupan masyarakat Sumbawa. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan tinggi dan waktu yang tidak singkat, menjadikan setiap lembar kain memiliki nilai seni dan ekonomi yang sepadan dengan kerumitannya.
Berkunjung ke Dusun Semeri bukan hanya tentang melihat kain tenun, tetapi juga menyelami jiwa Sumbawa, merasakan kehangatan budaya, menyaksikan langsung proses Nesek, dan membawa pulang sehelai cerita dalam bentuk kain yang indah. Sebuah pengalaman autentik yang akan membuat siapa pun jatuh cinta pada Kabupaten Sumbawa.